Senin, 05 Januari 2015

SEJARAH JURNALISTIK DI DUNIA DAN DI INDONESIA

SEJARAH JURNALISTIK DI DUNIA
Awal  mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM).
“Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.
Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.
Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.
Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.
Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).
Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.
MASA PERKEMBANGANNYA
Kegiatan penyebaran informasi melalui tulis-menulis makin meluas pada masa peradaban Mesir, ketika masyarakatnya menemukan tehnik pembuatan kertas dari serat tumbuhan yang bernama “Phapyrus”.
Pada abad 8 M., tepatnya tahun 911 M, di Cina muncul surat kabar cetak pertama dengan nama “King Pau” atau Tching-pao, artinya “Kabar dari Istana”. Tahun 1351 M, Kaisar Quang Soo mengedarkan surat kabar itu secara teratur seminggu sekali.
Penyebaran informasi tertulis maju sangat pesat sejak mesin cetak ditemukan oleh Johan Guttenberg pada 1450. Koran cetakan yang berbentuk seperti sekarang ini muncul pertama kalinya pada 1457 di Nurenberg, Jerman. Salah satu peristiwa besar yang pertama kali diberitakan secara luas di suratkabar adalah pengumuman hasil ekspedisi Christoper Columbus ke Benua Amerika pada 1493.
Pelopor surat kabar sebagai media berita pertama yang bernama “Gazetta” lahir di Venesia, Italia, tahun 1536 M. Saat itu Republik Venesia sedang perang melawan Sultan Sulaiman. Pada awalnya surat kabar ini ditulis tangan dan para pedagang penukar uang di Rialto menulisnya dan menjualnya dengan murah, tapi kemudian surat kabar ini dicetak.
Surat kabar cetak yang pertama kali terbit teratur setiap hari adalah Oxford Gazzete di Inggris tahun 1665 M. Surat kabar ini kemudian berganti nama menjadi London Gazzette dan ketika Henry Muddiman menjadi editornya untuk pertama sekali dia telah menggunakan istilah “Newspaper”.
Di Amerika Serikat ilmu persuratkabaran mulai berkembang sejak tahun 1690 M dengan istilah “Journalism”. Saat itu terbit surat kabar dalam bentuk yang modern, Publick Occurences Both Foreign and Domestick, di Boston yang dimotori oleh Benjamin Harris.
Pada Abad ke-17, di Inggris kaum bangsawan umumnya memiliki penulis-penulis yang membuat berita untuk kepentingan sang bangsawan. Para penulis itu membutuhkan suplai berita. Organisasi pemasok berita (sindikat wartawan atau penulis) bermunculan bersama maraknya jumlah koran yang diterbitkan. Pada saat yang sama koran-koran eksperimental, yang bukan berasal dari kaum bangsawan, mulai pula diterbitkan pada Abad ke-17 itu, terutama di Prancis.
Pada abad ke-17 pula, John Milton memimpin perjuangan kebebasan menyatakan pendapat di Inggris yang terkenal dengan Areopagitica, A Defence of Unlicenced Printing. Sejak saat itu jurnalistik bukan saja menyiarkan berita (to inform), tetapi juga mempengaruhi pemerintah dan masyarakat (to influence).
Di Universitas Bazel, Swiss jurnalistik untuk pertama kali dikaji secara akademis oleh Karl Bucher (1847 – 1930) dan Max Weber (1864 – 1920) dengan nama Zeitungskunde tahun 1884 M. Sedangkan di Amerika mulai dibuka School of Journalism di Columbia University pada tahun 1912 M/1913 M dengan penggagasnya bernama Joseph Pulitzer (1847 – 1911).
Pada Abad ke-18, jurnalisme lebih merupakan bisnis dan alat politik ketimbang sebuah profesi. Komentar-komentar tentang politik, misalnya, sudah bermunculan pada masa ini. Demikian pula ketrampilan desain/perwajahan mulai berkembang dengan kian majunya teknik percetakan.
Pada abad ini juga perkembangan jurnalisme mulai diwarnai perjuangan panjang kebebasan pers antara wartawan dan penguasa. Pers Amerika dan Eropa berhasil menyingkirkan batu-batu sandungan sensorsip pada akhir Abad ke-18 dan memasuki era jurnalisme modern seperti yang kita kenal sekarang.
Perceraian antara jurnalisme dan politik terjadi pada sekitar 1825-an, sehingga wajah jurnalisme sendiri menjadi lebih jelas: independen dan berwibawa. Sejumlah jurnalis yang muncul pada abad itu bahkan lebih berpengaruh ketimbang tokoh-tokoh politik atau pemerintahan. Jadilah jurnalisme sebagai bentuk profesi yang mandiri dan cabang bisnis baru.
Pada pertengahan 1800-an mulai berkembang organisasi kantor berita yang berfungsi mengumpulkan berbagai berita dan tulisan untuk didistribusikan ke berbagai penerbit surat kabar dan majalah. Kantor berita pelopor yang masih beroperasi hingga kini antara lain Associated Press (AS), Reuters (Inggris), dan Agence-France Presse (Prancis).
Tahun 1800-an juga ditandai dengan munculnya istilah Yellow Journalism (jurnalisme kuning), sebuah istilah untuk “pertempuran headline” antara dua koran besar di Kota New York. Satu dimiliki oleh Joseph Pulitzer dan satu lagi dimiliki oleh William Randolph Hearst.
Ciri khas “jurnalisme kuning” adalah pemberitaannya yang bombastis, sensasional, dan pemuatan judul utama yang menarik perhatian publik. Tujuannya hanya satu: meningkatkan penjualan! Namun, jurnalisme kuning tidak bertahan lama, seiring dengan munculnya kesadaran jurnalisme sebagai profesi.
Sebagai catatan, surat kabar generasi pertama di AS awalnya memang partisan, serta dengan mudah menyerang politisi dan presiden, tanpa pemberitaan yang objektif dan berimbang. Namun, para wartawannya kemudian memiliki kesadaran bahwa berita yang mereka tulis untuk publik haruslah memiliki pertanggungjawaban sosial.
Kesadaran akan jurnalisme yang profesional mendorong para wartawan untuk membentuk organisasi profesi mereka sendiri. Organisasi profesi wartawan pertama kali didirikan di Inggris pada 1883, yang diikuti oleh wartawan di negara-negara lain pada masa berikutnya. Kursus-kursus jurnalisme pun mulai banyak diselenggarakan di berbagai universitas, yang kemudian melahirkan konsep-konsep seperti pemberitaan yang tidak bias dan dapat dipertanggungjawabkan, sebagai standar kualitas bagi jurnalisme profesional.
Teknologi Informasi
Kegiatan jurnalisme terkait erat dengan perkembangan teknologi publikasi dan informasi. Pada masa antara tahun 1880-1900, terdapat berbagai kemajuan dalam publikasi jurnalistik. Yang paling menonjol adalah mulai digunakannya mesin cetak cepat, sehingga deadline penulisan berita bisa ditunda hingga malam hari dan mulai munculnya foto di surat kabar.
Pada 1893 untuk pertama kalinya surat-surat kabar di AS menggunakan tinta warna untuk komik dan beberapa bagian di koran edisi Minggu. Pada 1899 mulai digunakan teknologi merekam ke dalam pita, walaupun belum banyak digunakan oleh kalangan jurnalis saat itu. Pada 1920-an, surat kabar dan majalah mendapatkan pesaing baru dalam pemberitaan, dengan maraknya radio berita. Namun demikian, media cetak tidak sampai kehilangan pembacanya, karena berita yang disiarkan radio lebih singkat dan sifatnya sekilas. Baru pada 1950-an perhatian masyarakat sedikit teralihkan dengan munculnya televisi.
Perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat pada era 1970-1980 juga ikut mengubah cara dan proses produksi berita. Selain deadline bisa diundur sepanjang mungkin, proses cetak, copy cetak yang bisa dilakukan secara massif, perwajahan, hingga iklan, dan marketing mengalami perubahan sangat besar dengan penggunaan komputer di industri media massa.
Memasuki era 1990-an, penggunaan teknologi komputer tidak terbatas di ruang redaksi saja. Semakin canggihnya teknologi komputer notebook yang sudah dilengkapi modem dan teknologi wireless, serta akses pengiriman berita teks, foto, dan video melalui internet atau via satelit, telah memudahkan wartawan yang meliput di medan paling sulit sekalipun. Selain itu, pada era ini juga muncul media jurnalistik multimedia. Perusahaan-perusahaan media raksasa sudah merambah berbagai segmen pasar dan pembaca berita. Tidak hanya bisnis media cetak, radio, dan televisi yang mereka jalankan, tapi juga dunia internet, dengan space iklan yang tak kalah luasnya.
Setiap pengusaha media dan kantor berita juga dituntut untuk juga memiliki media internet ini agar tidak kalah bersaing dan demi menyebarluaskan beritanya ke berbagai kalangan. Setiap media cetak atau elektronik ternama pasti memiliki situs berita di internet, yang updating datanya bisa dalam hitungan menit. Ada juga yang masih menyajikan edisi internetnya sama persis dengan edisi cetak.
Sedangkan pada tahun 2000-an muncul situs-situs pribadi yang juga memuat laporan jurnalistik pemiliknya. Istilah untuk situs pribadi ini adalah weblog dan sering disingkat menjadi blog saja.Memang tidak semua blog berisikan laporan jurnalistik. Tapi banyak yang memang berisi laporan jurnalistik bermutu. Senior Editor Online Journalism Review, J.D Lasica pernah menulis bahwa blog merupakan salah satu bentuk jurnalisme dan bisa dijadikan sumber untuk berita.
SEJARAH JURNALISTIK DI INDONESIA
Seiring era Reformasi yang dikumandangkan dari Sabang sampai Merauke oleh para Reformis, menggantikan era totaliterisme Soeharto, maka dunia jurnalisme kita mendapatkan angin segar dalam menyampaikan informasi kepada khalayak umum tanpa takut adanya ancaman pembredelan.
Tak kurang dari 32 tahun dunia jurnalisme kita mandul dan harus berfungsi sebagai corong pemerintahan Orde Baru yang jauh dari idealisme pers sebagai kontrol sosial. Bahkan sejak akhir masa kekuasaan Soekarno (orde lama), pun dunia jurnalisme kita telah diarahkan menjadi corong pemerintahan. Di era orde lama, institusionalisme pers yang berkembang adalah bagaimana sebuah lembaga penerbit pers dapat melibatkan diri dalam pertentangan antar partai. Masing-masing media cetak berfungsi sebagai corong perjuangan partai-partai peserta pemilu 1955. Beberapa partai seperti PNI mempunyai Suluh Indonesia, Masyumi mempunyai Abadi, NU mempunyai Duta Masyarakat, PSI mempunyai Pedoman dan PKI mempunyai Harian Rakyat. Jadi fungsi media di era Orde Lama tak lain sebagai media perjuangan partainya masing-masing.
Sejak pencabutan pengaturan mengenai SIUPP dan kebebasan penyajian berita serta informasi di berbagai bentuk pada tahun 1999 disahkan UU Pers No 40/1999. Mulai saat itu dunia jurnalisme kita lepas dari pemasungan yang selama akhir masa Orde lama dan orde baru menjerat demokratisasi pers kita. Tak lama kemudian dalam merayakan kemenangan sistem demokrasi muncul berbagai macam ribuan media massa baik cetak maupun elektronik yang tak terbendung lagi memberikan warna kebebasan dalam dunia jurnalisme kita.
Namun gagasan otonomi pers selama ini disalahtafsirkan menjadi kebebasan pers yang tanpa batas etika. Bahkan hemat saya, kebebasan pers di era Reformasi telah jauh meninggalkan kode etik jurnalistik dan lebih liberal dari pers Amerika yang menganut paham leberalisme pers sekalipun. Hal itu terlihat dari beberapa media pers kita yang menyebarkan berita mengarah ke dunia pornografi, kriminal, kekerasan serta mengabaikan nilai-nilai perjuangan kemanusiaan. Mengingat sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang pers secara tegas sebagai kedaulatan rakyat, dan berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
BAGAIMANA dengan di Indonesia? Tokoh pers nasional, Soebagijo Ilham Notodidjojo dalam bukunya “PWI di Arena Masa” (1998) menulis, Tirtohadisoerjo atau Raden Djokomono (1875-1918), pendiri mingguan Medan Priyayi yang sejak 1910 berkembang jadi harian, sebagai pemrakarsa pers nasional. Artinya, dialah yang pertama kali mendirikan penerbitan yang dimodali modal nasional dan pemimpinnya orang Indonesia.
Dalam perkembangan selanjutnya, pers Indonesia menjadi salah satu alat perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Haryadi Suadi menyebutkan, salah satu fasilitas yang pertama kali direbut pada masa awal kemerdekaan adalah fasilitas percetakan milik perusahaan koran Jepang seperti Soeara Asia(Surabaya), Tjahaja (Bandung), dan Sinar Baroe (Semarang) (“PR”, 23 Agustus 2004).
Menurut Haryadi, kondisi pers Indonesia semakin menguat pada akhir 1945 dengan terbitnya beberapa koran yang mempropagandakan kemerdekaan Indonesia seperti, Soeara Merdeka (Bandung), Berita Indonesia (Jakarta), dan The Voice of Free Indonesia.
Seperti juga di belahan dunia lain, pers Indonesia diwarnai dengan aksi pembungkaman hingga pembredelan. Haryadi Suadi mencatat, pemberedelan pertama sejak kemerdekaan terjadi pada akhir 1940-an. Tercatat beberapa koran dari pihak Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang dianggap berhaluan kiri seperti PatriotBuruh, dan Suara Ibu Kota dibredel pemerintah. Sebaliknya, pihak FDR membalas dengan membungkam koran Api Rakjat yang menyuarakan kepentingan Front Nasional. Sementara itu pihak militer pun telah memberedel Suara Rakjat dengan alasan terlalu banyak mengkritik pihaknya.
Jurnalisme kuning pun sempat mewarnai dunia pers Indonesia, terutama setelah Soeharto lengser dari kursi presiden. Judul dan berita yang bombastis mewarnai halaman-halaman muka koran-koran dan majalah-majalah baru. Namun tampaknya, jurnalisme kuning di Indonesia belum sepenuhnya pudar. Terbukti hingga saat ini masih ada koran-koran yang masih menyuguhkan pemberitaan sensasional semacam itu.

Selasa, 30 Desember 2014

rencana dan mimpi saya 5 tahun kedepan

rencana saya 5 tahun kedepan adalah saya akan bekerja di tv swasta selama 2 tahun  dan menjadi eksekutif produser lalu  saya akan pindah ke kantor swasta dengan gaj 10 juta per bulan dan saya akan menanam saham di beberapa perusahaan setelah  modal saya cukup saya akan pindah ke amerika tepatnya di kota manhattan untuk bekerja di majalah fashion terbesar dan terlaris di dunia yaitu vogue dan akan meniti karir sebagai creati editor seperti role model saya nina garcia lalu sering mendatangi fashion show terkenal seperti versace,giorgia armani,gues,salvatore feragamo dll lalu saya akan punya apartment yang sanagat mewah di depan central park dan menikah dengan orang pakistan lalu punya keluarga bahagia

Tex Saverio Designer Indonesia Yang Mendunia

Menjadi acara penutupan di JFW (jakarta fashion week) membuka tahun 2014 bukanlah hal yang buruk. Sebaliknya, acara biasanya menunjukkan menampilkan desainer berbakat Indonesia yang dikagumi dan ditunggu-tunggu kedatangannya. Oleh karena itu, panitia JFW 2014 menampilkan Tex Saverio sebagai desainer yang  menyajikan karya-karya yang spektakuler untuk menutup acara pada 2014 hari pembukaan JFW. Selain hadir untuk meluncurkan koleksi desain baru ditampilkan di Milan Fashion Week, desainer pria dengan wajah seperti manga Jepang juga hadir untuk memperkenalkan merek -named Tex Saverio Jakarta. Sementara koleksi musim lalu, Tex Saverio dibungkus menyajikan rangkaian koleksi dengan tema "Fantasy membuat Reality".

Dengan hadirnya pakaian ready to wear oleh Tex Saverio, desainer lulusan Bunka's ini  ingin menunjukkan sisi lain dari karyanya yaitu desain yang bergaris sangat terkenal dan intrik yang dramatis. Jadi koleksi hasil akhir di JFW 2014 menjadi busana siap pakai yang relevan dan sesuai dikenakan oleh wanita kosmopolitan yang dinamis, tanpa kehilangan karakteristiknya sendiri Tex Saverio. Menawarkan gaya yang berbeda dari gaun malam yang biasanya, Tex menyebutkan konsep ini dengan istilah 'The New Evening Look'.
Pakaian nya tidak hanya memiliki gaun malam karena itu waktu tex saverio ini memberikan Tex siluet busana ringan namun tetap modern. Untuk pilihan warna, Anda akan melihat 15 busana yang didominasi oleh warna-warna seperti hijau, biru, champagne dan hitam yang akan berbaur indah dengan bahan hologram yang mengkilap dan tembus identik dengan musim semi - musim panas. kita harus bangga sebagai Indonesia bahwa pakaian dari tex saverio diapakai o oleh lady gaga dan muncul dalam film hunger games
opini saya melihat designer indonesia yang bisa mendunia sungguh membanggakan dan patut di apresiasi lebih lagi. karena bukan hal yg mudah untuk bisa menembus pasar fashion milan dan new york. kita harus bisa lebih mendukung anak indonesia yang mempunyai karir internasional.

Minggu, 26 Oktober 2014

Manisnya Kecap Berbahaya Pemicu Kanker

berita investigatif



Protein nabati merupakan bahan pangan yang bagus untuk tubuh. Salah satu sumber protein nabati adalah kecap.
Kecap seharusnya merupakan pangan yang menyehatkan tubuh dikarenakan tingginya protein
 yang terkandung di dalamnya yang minimal terdapat 2,5%. 
Hanya saja meskipun begitu kecap manis tidak terlalu banyak berpengaruh besar 
dikarenakan pemanfaatannya tersebut yang hanya digunakan sebagai pelengkap makanan.
Reportase Investigasi Kecap berbahaya
Kecap

Di Indonesia kecap bahkan biasa digunakan sebagai obat batuk murah misalnya dengan dicampur jeruk nipis.
dengan seperti itu kita tidak perlu merasa khawatir sedikitpun dalam pengkonsumsiannya.
Namun, setelah saya menonton Reportase Investigasi di Trans TV episode kecap, 
saya rasa kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan.
Disana terungkap bahwa 2 dari 10 sampel acak yang didapat di pasaran termasuk
 buatan tedjo (nama disamarkan) setelah dilakukan pemeriksaan lab terbukti mengandung
 zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.
tedjo, dalam prakteknya medemostrasikan proses pembuatan kecap berbahayanya. 
Dimulai dari dirinya membeli bahan dasar yaitu kedelai hitam, 
dirinya membeli kedelai hitam dengan kualitas jelek yang tentunya dengan harga murah.
Jadi, awalnya Bondol mempersiapkan kedelai yang sudah ia beli namun tidak difermentasi 
terlebih dahulu seperti pembuatan kecap yang sebenarnya. 
Lalu merebusnya dan Bondol menambahkan tepung terigu, bumbu, borak, tawas dan juga pewarna tekstil
Borak sendiri untuk pengawet agar kecap bertahan lama,
sedangkan tawas agar tampilan kecap lebih mengkilap dan pewarna tekstil agar lebih hitam.

Sambil menunggu dingin, tedjo yang sebelumnya tak lupa membeli botol-botol bekas 
di pasaran selanjutnya mencuci botol-botol tersebut 
asal-asalan dan pasti tidak steril untuk menjadi wadah kecap buatannya.
Selain dalam proses pembuatan tersebut, tedjo juga terkadang membeli 
kecap kadaluarsa di pasaran dengan harga murah yang nantinya 
dapat dicampur dalam proses pembuatan kecapnya. 
Hal tersebut dilakukan untuk menambahkan cita rasa kedelai lebih kuat di kecap berbahaya buatannya.
Setelah semua proses selesai, agar lebih meyakinkan maka 
tedjo membuat sendiri merk kecap dengan membuat label. 
Kecap buatan tedjo laris manis di pasaran karena harganya yang murah. 
Dirinya mengaku sudah mempunyai pelanggan setia seperti penjual mie, bakso, dan pedagang bubur ayam. 
Hal tersebut tak lain karena para pedagang itu memang mencari kecap yang murah.
 Bayangkan saja, kecap buatan tedjo per botolnya dihargai hanya 4000 rupiah.
Kecap seharusnya menyehatkan namun kalau seperti itu akan lain ceritanya.
 Harus diwaspadai karena anak-anakpun banyak yang menyukainya. 
tedjo merasa tidak masalah karena dia merasa banyak juga pedagang yang lainnya yang melakukan hal yang sama

referensi : reportase investigasi transtv

Sabtu, 25 Oktober 2014

RSCM Punya Parkir Susun Serba OtomatiS

Berita interpretatif



Parkir Susun, Solusi Sulitnya Lahan
Parkir di Jakarta kian lama kian sulit, melonjaknya jumlah kendaraan tak diimbangi dengan penambahan lahan untuk menampung kendaraan. Namun ada satu solusi yang dilakukan pengelola Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana yakni dengan dibuatnya parkir susun.


Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebagai rumah sakit pemerintah terbesar, berencana membangun lahan parkir susun dengan sistem puzzle. Hal itu terinspirasi semakin sulitnya mendapatkan lahan parkir yang memadai di Ibu Kota. Itu adalah parkir susun pertama di Indonesia.

Sebagai rumah sakit pemerintah terbesar, RSCM pun memiliki kendala dalam persoalan lahan parkir. Itu karena luas lahan yang terbatas tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang masuk setiap harinya.

Menurut Shannas Nadia Yusharyahya, saat membangun rumah sakit bertaraf internasional, RSCM Kencana sudah memikirkan konsep perparkiran yang efektif dan nyaman bagi pengunjungnya. Konsep itu adalah lahan parkir susun dengan sistem puzzle.

Puzzle Parking hanya membutuhkan luas 176 meter persegi, terdiri dari 12 tingkat dengan 4 unit dan mampu menampung 96 kendaraan roda empat. Puzzle Parking menggunakan sistem sensor dan hidrolik. Sistem itu diyakini bisa mempersingkat waktu dan memudahkan pasien saat akan memarkir kendaraan mereka.

Cara meng-operasikannya pun cukup mudah. Pengemudi masuk ke dalam tower, menempatkan roda kendaraan sejajar dengan garis kuning menghadap cermin. Lalu pengendara mengunci kendaraan. Jangan lupa memasang rem tangan. Setelah pengendara meninggalkan kendaraan, petugas memasukkan nomor kendaraan, kemudian dilanjutkan memencet tanda in dan run.

Proses Parkir Puzzle pun dimulai secara otomatis. Dengan sistem sensor dan hidrolik, mesin mengangkat kendaraan mencari lahan parkir kosong di sebelah kiri atau kanan. Setelah menemukan lahan parkir kosong, secara otomatis mesin memindahkan kendaraan ke lahan parkir yang akan ditempati.

Untuk mengambil kendaraan, prosesnya pun sama mudahnya. Petugas tinggal memasukkan nomor kendaraan, menekan tanda out, dilanjutkan dengan run. Secara otomatis, kendaraan yang dimaksud akan ditarik dari tempat parkir, dan di bawa turun. Saat tiba di lantai bawah tower, secara otomatis pula kendaraan akan berputar dan bagian kendaraan akan berada di depan, siap dikemudikan.

Shannas menambahkan, keuntungan dari Puzzle Parking adalah keamanan terjamin, tidak memerlukan banyak petugas parkir dan waktu yang lebih efisien. Selama masih uji coba, untuk sementara Puzzle Parking tidak dikenakan tarif, dan untuk ke depannya akan dibangun dua tower parkir susun.(DSY)

Analisis pribadi saya adalah sekarang di Jakarta khusus nya lahan untuk parkir sudah sangat tidak memadai dan akibat nya timbul banyak parkir liar dengan adanya sistem canggih parkir susun ini memudahkan masyarakat dalam berparkir dan juga menghemat lahan. Mudah-mudahan kedepannya makin banyak model parkir dengan teknologi canggih seperti ini, biar kesemrawutan ibu kota Jakarta bisa sedikit berkurang.


referensi : VivaNews.Com Dan MetroTVNews.Com

Sabtu, 18 Oktober 2014

PENTINGNYA FASHION



-Apa itu fashion?

Fashion berasal dari kata bahasa inggris yang berarti mode, cara, gaya, model dan kebiasaan. sebenarnya pengertian fashion itu sendiri pendapat dari beberapa orang. ada yang berpendapat fashion adalah busana yang menentukan penampilan seseorang dalam suatu acara tertentu, sehingga terlihat berbeda dari sebelumnya. lalu ada juga yang berpendapat fashion adalah suatu bentuk dari komunikasi.




F
ashion memang cenderung digilai oleh kaum wanita tapi jangan salah,di zaman modern ini para pria juga mulai menyukai fashion contohnya dalam kehidupan sehari hari fashion sangatlah penting ,mengapa? Jika kita ingin bertemu lawan jenis pasti kita memperhatikan busana yang kita kenakan apakah sudah sesuai atau belum apakah masih trendy atau tidak,dan itu semua membangun percaya diri kita,dan di zaman modern ini kebanyakn designer-designer terkenal adalah dari kaum pria sebut saja mark spencer,salvator feragamo,dolce gabana dan masih banyak lagi.


Mengikuti trend fashion tidak lah harus mahal dan tidak harus selalu dari brand terkenal ,asal kita pintar memadu padankan pakaian yg akan kita kenakan maka fashion akan menunjang aktifitas sehari hari kita,dan di zaman sekarang ini jika kita tidak punya waktu untuk berbelanja ke mall kita dapat dengan mudah membeli baju online,jadi tidak ada alasan untuk tidak mengikuti trend fashion di zaman sekarang  ini
jadi mulai sekarang perhatikanlah cara berpakaian anda karena dengan cara berpakaian yang baik akan menunjang semua aktifitas anda,dari bekerja,bergaul dengan teman atau kekasih dan juga memebri anda rasa percaya diri yang tinggi

Jumat, 03 Oktober 2014

WARSAW AND FIRENZE


WARSAW
Hello my  name is romy I am 20 years old teenager who want travel around the world that is one of my dreams and today I’ll be discuss about one of my dream destination that I really want to go. The city is warsaw if you never heard it before ,don’t worry I’ll  tell you about this city but in this section I’ll be focusing on history of warsaw , warsaw is a city that named based on legend of mermaid living in the Vistula River who tempt a fisherman. Warsaw is the capital of Poland with an area of ​​517 km2 located in the province of Mazovia. Warsawa has a population of 1.711 million people. History of Warsaw, Many conflict occur in Warsaw, such as Northern War Movement in November 1700 and was followed in 1830. the Bolshevik War Poland was again making Warsaw the tempest, but the city is able to defend themselves from the invasion of the Red soldiers. Until 1945 when World War and communism destroy them and take charge  the whole country to 44 years. That ‘s just a little bit history of warsaw want to know more make sure you always read my blog readers .
reference : http://id.wikipedia.org/wiki/Warsawa 


FIRENZE
Now I’ll be discuss another my dream destination that is Firenze is the capital of the province of Florence Is the birthplace of the Renaissance, from the 14th century to 16, Florence is known as a center of cultural, economic and financial importance in Italy and Europe so called "Athens of the West" now lets talk about history of this beautiful city After the 16th century, the city's role as an important slightly decreased but was still known as the cultural center. In 1865, Florence was chosen as the capital of Italy until the year 1871 After World War II, the citizens of Florence to rebuild and recover from the ruin of his city. Once recovered, the city is re-visited by tourists who want to enjoy the cultural arts that has been known since long ago. Florence is known as a pioneer of the revival of art and culture city of Italy. Literary works are born from great writers such Florentine Dante, Boccaccio, and Petrarch, written in the dialect of Tuscany which later evolved into the modern Italian language. Just like before if you want to know more about it make sure you always update to read my blog see you later readers

reference : http://en.wikipedia.org/wiki/Florence